Home > All About AC MILAN > AC MILAN dan Piala Dunia ada Kaitan kuat apa?

AC MILAN dan Piala Dunia ada Kaitan kuat apa?


Milan dan Piala Dunia, hmm….. kira-kira ada korelasi apa ya? Hmm….. disadari atau tidak, nampaknya ada suatu fakta yang menarik tentang Milan, berkaitan tentang Piala Dunia, terutama dalam 4 gelaran Piala dunia terakhir. Terutama berkaitan dengan Gelar juara yang biasa diraih Milan. Pastinya ini suatu Fakta yang menarik.

Selain fakta Bahwa Milan selalu dapat meraih gelar juara dihampir setiap musimnya, kenyataan yang menarik adalah, Pasca 4 Piala Dunia terakhir, Milan selalu dan pasti meraih gelar di musim tersebut tepat setelah Piala Dunia itu berakhir.

Sejak  pasca piala dunia 1998 hingga pasca piala dunia 2010, Milan selalu bisa juara di kompetisi bergengsi :

  • Pasca piala dunia 1998, di musim 1998-1999 Milan meraih gelar Scudetto
  • Pasca piala dunia 2002, di musim 2002-2003 Milan meraih gelar Liga Champions, Coppa Italy, dan Europe Super Cup
  • Pasca Piala dunia 2006, di musim 2006-2007 Milan meraih gelar Liga Champions, Europe Super cup, dan World cup club( Piala Interkontinental ) di pertengahan Musimnya
  • Pasca Piala dunia 2010, di musim 2010-2011 Milan meraih gelar Scudetto

Woww.. betul kan? Kira-kira kenapa bisa gitu ya? Apakah memang karena suatu kebetulan saja? Atau ada suatu alasan logis yang masuk akal? Hmm…. ya, bisa dibilang, pasca Piala Dunia selalu ada energi positif, semangat baru dan penambahan kekuatan yang cukup signifikan di kubu Milan, dan itu nampaknya menjelaskan mengapa gelar juara selalu bisa digenggam pasca gelaran Piala dunia.

Pasca Piala Dunia 1998 di Perancis. Di musim 1998-1999, Milan sangat bersemangat menyambut musim itu karena di tahun 1999 adalah tepat 100 tahun berdirinya klub ini. Tentunya, semua elemen Milan sangat berhasrat memberikan kado spesial untuk ultah klub yang ke 100 tahun ini dengan sebuah gelar juara. Kala itu, dibawah asuhan pelatih Alberto Zacheroni, pelatih yang juga baru saja membawa Jepang juara Piala Asia 2011, Milan tampil begitu impressive di Serie A, dan akhirnya mampu meraih Scudetto ke 16 dimusim itu sebagai Kado spesial Ultah Milan yang ke 100 tahun.

Pasca Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang, di musim 2002-2003 Milan berhasrat mengembalikan Kejayaan mereka, setelah 3 musim sebelumnya tanpa gelar juara satu pun. Oleh sebab itu Milan sangat serius mempersiapkan tim. Diantaranya dengan membeli pemain-pemain yang tampil gemilang di Piala Dunia 2002. Milan membeli John Dahl Tomasson, striker asal Denmark. Di Piala Dunia 2002 pemain ini tampil cukup gemilang dan mencetak 4 gol dari 4 pertandingan. Dan Denmark mampu lolos ke babak 16 besar sebelum akhirnya kalah dari Inggris. Selain itu Milan juga membeli bek kanan Croatia, Dario Simic yang tampil cukup apik di Piala Dunia.

Dibawah asuhan Carlo Ancelotti, memang hasilnya 2 pemain ini berkontribusi cukup besar untuk Milan, Simic langsung menjadi bek kanan utama dan John Dahl Tomasson walaupun dia pemain cadangan tapi ketika itu dia dijuluki supersub karena kontribusinya cukup bagus. Salah satunya, Golnya di masa injury time saat Milan melawan Ajax diperempat final Liga Champions membawa Milan lolos ke Semi Final. Dan akhirnya Milan mampu menjuarai Liga Champions, Coppa Italy, dan Italy super Cup.

Pasca Piala Dunia 2006 di Jerman, dan tentunya juga Pasca terkuaknya kasus Calciopolli, Milan disibukkan dengan pengadilan untuk mengajukkan Banding. Alih-alih memperkuat skuad, Milan justru kehilangan Striker andalannya Andriy Shevchenko yang pindah ke Chelsea. Namun, terinspirasi dari Keberhasilan Timnas Italy menjadi Juara dunia yang menghapus citra buruk sepak bola Italy, ditangan pelatih Carlo Ancelotti, Milan juga tampil habis-habisan terutama di Liga Champions guna mengembalikan kehormatan Klub, dan akhirnya Milan mampu menjuarai Liga Champions, lalu Europe Super Cup, dan World Cup Club. Dan bintangnya ketika itu, ricardo kaka menjadi Pemain terbaik dunia 2007.

Pasca Piala Dunia 2010 di Afrika selatan. Dimusim 2010-2011 Milan sangat berambisi meraih gelar juara karena 3 musim sebelumnya dilalui tanpa gelar satupun. Oleh sebab itu Milan sangat serius mempersiapkan tim. Selain memboyong Zlatan Ibrahimovic, Milan juga membeli Robinho, striker Brazil. Robinho memang sudah dikenal sebagai pemain bintang, tapi salah satu faktor utama yang membuat Milan rela membeli mahal Robinho karena ia tampil cukup gemilang di Piala Dunia. Kendati Brazil harus kalah dari Belanda di babak Perempat final, tapi Robinho tampil cukup apik dengan menjadi nyawa permainan tim, dia kreator serangan sekaligus pemain yang sangat diandalkan untuk mencetak gol. Kemudian Milan juga membeli Sokratis, bek Yunani. Dia tampil cukup apik walaupun tidak selalu menjadi pemain inti. Dan Milan juga membeli Prince Boateng, gelandang muda asal Ghana. Pemain keturunan Jerman-Ghana ini tampil gemilang di Piala Dunia 2010. Dia adalah motor serangan Ghana. Penampilannya sangat bagus dan berhasil membawa Ghana lolos ke babak perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah. Dan ghana pun hanya kalah adu penalty dari uruguay sehingga gagal lolos ke babak semi final.

Dibawah asuhan Pelatih debutan Max Allegri, Robinho dan Boateng langsung menjadi pemain inti Milan dan Sokratis menjadi back up ideal untuk Nesta dan T.Silva. hasilnya Milan mempu meraih Scudetto di musim ini.

Categories: All About AC MILAN
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: