Home > Articel about Football > The Worst 11 Season 2010-2011

The Worst 11 Season 2010-2011


Hai semua! Kali ini aku bakal mengulas tentang artikel yang cukup unik tentang 11 pemain terburuk sepanjang musim 2010-2011 lalu. Mereka bersatu dalam sebuah “the worst 11” dengan formasi 3-4-3 juga. ini untuk “menyaingi” artikel bola ku sebelumnya tentang The best 11 2010-2011. Hahahaa….. check this…

GK: Thomas Kucszak ( MU )

Kiper MU ini membuat sir alex ferguson khawatir setengah mati dan sibuk mencari kiper pengganti Van der sar! Ya, sebenarnya Kucszak lah kiper yang diproyeksikan menggantikan posisi Van der Sar yang sudah uzur. Tapi melihat penampilannya, semua Pemain MU, pelatih serta fans pantas cemas akan keamanan gawang MU. Grogi, sering salah posisi, dan tidak cekatan membuat kiper ini membuat MU kikuk kalau bermain.

Defender        :

 Andrea Rannochia ( Inter Milan )

Bek muda ini sebenarnya punya potensi besar. Tapi melihat penampiannya sepanjang musim lalu, sangat terlihat jelas ia belum siap bermain di klub sebesar Inter. Rannochia Gampang panik, grogi, sering kebingungan di atas lapangan. Dia pun sering teledor menjaga daerah pertahanan Inter. Sangat terlihat pertahanan Inter pun sangat rapuh musim ini. Kebobolan lebih dari 42 gol di serie A.

Oguchi Onyewu ( AC Milan )

Dia pantas dilabeli terburuk dari yang terburuk. Milan “kesulitan” untuk menjualnya dan pada akhirnya ia “sukses” dijual Milan ke FC Twente. Penampilannya ketika diturunkan sangat jauh dari harapan, keunggulannya hanyalah badannya yang besar, tapi kemampuannya nihil. Belum lagi kondisi fisiknya yang rentan cedera, serta tingkahnya yang sering bikin onar seperti kala berkelahi dengan bintang Milan, Zlatan Ibrahimovic dan nyaris membuat Ibra cedera, membuat Milan tak ragu untuk menjualnya.

Pedro Leon ( Real Madrid )

Sebenarnya faktor utama meredupnya performa Leon musim ini lebih karena ia jarang dipercaya sebagai starting line up Madrid. Namun apapun itu, jelas saja ini adalah musim yang mengecewakan baginya. Terlampau sering menghabiskan waktu di bench, pasti ada sebab lain yang membuat ia tidak dipercaya oleh Mourinho menjadi pemain inti.

Midfielder          :

Ricardo Kaka ( Real Madrid )

Kehadiran Jose Mourinho sebagai Pelatih baru Real Madrid seakan menambah mimpi buruk Kaka. Pemain yang di beli madrid dengan harga lebih dari 1 Triliun rupiah itu tak masuk dalam rencana taktik Jose Mourinho. Belum lagi kondisi fisiknya yang masih belum bugar, membuat Kaka kesulitan bersaing masuk starting line up. Ia jelas-jelas kalah pamor dengan “bocah ingusan” Mesut Oezil yang baru diboyong Madrid dari werder Bremen. Jose Mourinho lebih memilih Oezil untuk mengisi posisi Playmaker. Pihak klub pun gigit jari dan kesulitan melepas Kaka karena harganya yang sudah terlanjur mahal dan gajinya yang selangit. Kendati sempat bermain bagus di akhir-akhir kompetisi, namun tetap saja Nasibnya masih seperti digantung.

Alberto Aquillani ( Juventus )

Juventus meminjamnya dari Liverpool diawal musim dengan ekspektasi yang sangat besar. Namun kenyataannya, performa Aquillani benar2 mengecewakan pihak Klub. Selain rentan cedera, kemampuan aquillani pun sebagai Playmaker sangat jauh dari harapan. Performanya buruk dan kalah pamor dari Milos Krasic dan pemain gaek Del Piero. dia “berandil” besar menggagalkan Juventus masuk Zona Liga Champions. Itu semua membuat Juventus enggan membelinya secara permanen, dan Liverpool pun enggan menerimanya lagi.

Stephen Ireland ( aston Villa )

Bergabung dari City, sebagai “tumbal” penjualan Milner dari Villa ke City.  Aston Villa nampaknya harus “meratapi” nasib karena diperkuat oleh Ireland. Penampilannya sepanjang musim bisa dibilang mengecewakan. Perannya sangat jauh di bawah Milner yang menjadi nyawa permainan Villa. Efeknya sangat terasa. Villa tak lagi menjadi klub kuda hitam yang bisa bersaing di papan atas dan malah terseok-seok untuk tidak sampai berada di papan bawah Premier League.

Frederico Macheda ( Sampdoria )

Sebenarnya pemain ini striker, tapi berhubung strikernya udah penuh terpaksa dijadiin gelandang aja. Striker muda pinjaman dari MU ini sebenarnya cukup berbakat. Ia tak mendapat tempat di MU lantaran tersisih atas kehadiran chicarito. Sampdoria punya ekspektasi besar saat meminjam ia di pertengahan musim. Tapi nyatanya, penampilan nya membuat sampdoria “menderita” bukan kepalang. Ya, dia didatangkan diharapkan bisa menggantikan peran striker vital mereka yang dibeli duo kota milan, cassano dan pazzini. Penampilannya sangat buruk. Kesulitan mencetak gol, sangat sering membuang peluang. Sampdoria salah mengandalkan ia sebagai striker. Akibatnya, sampdoria sangat mandul dan sulit mencetak gol, terseok-seok di serie A hingga akhirnya harus terdegradasi ke seri B.

 

Striker             :

Fernando Torres ( Chelsea )

Memilih 3 striker terburuk adalah yang termudah. Ya, salah satunya adalah Torres. Penampilannya sepanjang musim ini benar-benar membuat banyak pihak kecewa dan mengernyitkan kening. Bermain angin-anginan di Leverpool, kemudian dibeli Chelsea dengan harga super mahal, 35 juta euro, Torres tak kunjung menampilkan performa terbaik. Bermain 18 kali untuk chelsea dan hanya mencetak 1 gol! Ini benar2 membuat Chelsea sangat merugi. Masalah utamanya sangat terlihat ada dikondisi psikologisnya yang sepertinya tidak pernah lepas saat bermain. Kemandulannya sudah sangat keterlaluan. Bahkan banyak pihak yang menilai, jika saja bukan Torres yang dimainkan di 1st leg Perempat final Liga Champions melawan MU, maka Chelsea lah yang pantas melangkah ke Semi Final.

Adriano ( AS Roma )

Kemampuan Adriano sepertinya sudah habis sebelum waktunya. Mencoba peruntungan lagi dengan bergabung kembali dengan klub di liga Eropa setelah sebelumnya pulang ke Brasil, Roma lah klub yang mendapat “nasib sial” itu. Roma sebenarnya masih berharap akan kemampuan Adriano, tapi kenyataannya, semua jauh dari harapan. Super mandul, malas bergerak, mudah dimatikan lawan, serta insting mencetak gol yang sudah habis, membuat Adriano tak mampu berbuat banyak di serie A dan membuat Roma hanya bisa gigit jari.

Edin Dzeko ( Manchester city )

Sebenarnya dibanding performa torres dan Adriano, performa Dzeko “agak mendingan”. Tapi melihat investasi yang telah dikeluarkan City untuk memboyongnya seharga lebih dari 30 juta euro, cukup pantas juga bahwa itu merupakan pembelian buruk bagi City. Sepanjang setengah musim lalu, Dzeko kesulitan menyatu dengan pola permainan City. Harapan City untuk bersaing dengan MU dan Chelsea untuk merebut juara ketika berniat membeli Dzeko pun sirna. Penampilannya angin-anginan dan sangat jauh dari apa yang ia tunjukkan di klub sebelumnya, Wolfsburg. Total, ia hanya mampu mengemas 6 gol untuk City.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: