Home > All About AC MILAN > Profil Bintang : CLARENCE SEEDORF, “La Panthera” yang tetap tangguh dan luar biasa

Profil Bintang : CLARENCE SEEDORF, “La Panthera” yang tetap tangguh dan luar biasa


Profil Bintang : CLARENCE SEEDORF, La Panthera yang tetap tangguh dan luar biasa

Personal information:

Full name           : Clarence Clyde Seedorf

Date of birth     : 1 April 1976 (1976-04-01) (age 35)

Place of birth    : Paramaribo, Suriname

Height                   : 1.80 m (5 ft 11 in)

Playing position : Attacking Midfielder

Club information :Current club Milan Number 10

Youth career     : Ajax

Senior career*

Years                    Team                     Apps (Gls)

1992–1995           Ajax                       64 (11)

1995–1996          Sampdoria          32 (3)

1996–1999           Real Madrid        121 (15)

1999–2002           Internazionale   64 (8)

2002–                    Milan                     282 (45)

National team 1994–2008 Netherlands 87 (11)

 

Gelar Juara         :

  • Ajax Amsterdam              : 2 Liga Belanda ( 1993-1994, 1994-1995), 1 KNVB cup ( 1993 ), 1 Liga Champions ( 1994-1995 )
  • Real Madrid                        : 1 La liga (1996-1997 ), 1 SuperCoppa De Espana ( 1997 ), 1 Liga Champions ( 1997-1998 ), 1 Piala Interkontinental ( 1998 )
  • AC Milan                              : 1 Coppa Italy ( 2002-2003 ), 2 Scudetti ( 2003-2004, 2010-2011), 2 Italy super cup ( 2004,2011 ), 2 Liga Champions ( 2002-2003, 2006-2007 ), 2 Europe Super Cup ( 2003,2007 ), World CUP CLUB ( 2007 )

Individual

Penonton bersorak dan riuh gemuruh, saat sang bintang merangsek di sisi kiri kotak penalty lawan dan mengirim umpan cemerlang yang ditanduk sempurna oleh sang Partner, Ibrahimovic. Sontak gemuruh stadion yang berada di negeri Tirai Bambu membahana……

Ya, dialah Clarence Seedorf. La Panthera, Si macan kumbang. Kejadian diatas hanyalah secuil dari serentetan Karir Gemilang sang Pemain. Di usia 35 tahun, ia masih mengukuhkan eksistensinya sebagai gelandang serang Hebat di dunia. Saat melihat penampilannya, tentunya tak banyak yang ingat bahwa usianya sudah 35 tahun! Penampilannya masih sangat prima, dan masih mampu memimpin serangan Milan dari lini tengah dengan sempurna.

Karir Seedorf memang merupakan Karir pesepak bola yang diimpikan semua pemain. Karir cemerlang sejak muda, merebut gelar-gelar prestisius di berbagai klub, termasuk 4 gelar Liga Champions di 4 klub berbeda! Dan juga tentunya karir yang tetap cemerlang dan bermain di level atas di usia penghujung karir pemain bola.

Memulai karier sebagai pemain junior di Ajax Amsterdam, Seedorf memang sudah menunjukkan bakat sebagai pemain Hebat. Di usia yang baru 18 tahun, ia sudah bisa menjadi pemain inti dan membawa kejayaan bagi Ajax Amsterdam, termasuk gelar Liga Champions yang sampai sekarang belum pernah di raih lagi oleh tim itu. berposisi sebagai gelandang serang, Seedorf benar2 menjelma menjadi pemain yang luar biasa. Skill tinggi, kemampuan olah bola yang baik, visi bermain dan kecerdasannya dalam membangun serangan yang luar biasa, tendangan keras nan akurat, umpan-umpan yang akurat, itu semua adalah senjata utamanya. Kekurangannya dalam hal kecepatan mampu ditutupi dengan sempurna.

Pindah dari Ajax ke Sampdoria di usia 19 tahun, seedorf hanya bermain semusim saja di tim itu pada musim 1995-1996. Awal musim 1996-1997, Seedorf di boyong Real Madrid yang sedang membangun kembali era kejayaannya lagi. Benar saja, bersama Madrid Seedorf langsung menjadi pemain inti. Dia menjadi pendobrak utama dalam serangan Real Madrid. Kemampuannya semakin berkembang dan luar biasa. Hasilnya Madrid mampu merajai La Liga dan Liga Champions di musim selanjutnya. Dia juga berhasil menjadi Best Midfielder Eropa di musim 1997-1998 itu.

Sukses di Madrid, Seedorf pindah ke Inter dengan harga cukup mahal ketika itu, 23 juta euro. Namun sayangnya karirnya di Inter selama 3 tahun ( 1999-2002) tidak segemilang ketika ia bermain di real Madrid.

Akhirnya, ia pun malah pindah ke AC Milan di awal musim 2002-2003. Ya, bersama Milan ketika itu, Seedorf masuk dalam rencana Besar Silvio Berlusconi untuk mengembalikan kejayaan Milan. Karena selain Seedorf, Milan juga mendatangkan bintang-bintang lainnya seperti Rui Costa, Rivaldo, Andrea Pirlo,  John Dahl Tomasson, Alessandro Nesta, Filippo Inzaghi, dsb. Benar saja, di bawah asuhan pelatih Carlo Ancelotti dengan formasi utama 4-3-1-2 nya, Seedorf menjadi pilihan utama sebagai Gelandang serang Milan, mendampingi Rui Costa sebagai playmaker utama, Gattuso sebagai gelandang bertahan dan Andrea Pirlo sebagai Deep Playmaker. Penampilannya pun kembali hebat. Kolaborasinya bersama Pirlo dan Rui Costa dalam merancang serangan Milan sangat fantastis. Dan akhirnya seedorf berhasil membawa Milan juara Liga Champions dan Coppa Italy. Di mulai musim itu, Seedorf terus menorehkan tinta emas bersama Milan, dan ia selalu menjadi pemain Inti Milan di setiap musimnya. Saat Playmaker Brazil, Kaka datang dimusim selanjutnya dan menggantikan peran Rui Costa, posisi seedorf tetap tak terusik dan tetap menjadi pemain inti, bahkan kolaborasinya bersama Kaka dan tentunya Pirlo semakin mengagumkan. Oleh publik Italia, ia dijuluki La Panthera yang artinya si macan. Itu menunjukkan kemampuannya. Scudetto dan gelar lainnya pun ia rengkuh. Kegagalan yang paling pahit tentunya saat Milan harus rela kalah adu penalty oleh Liverpool di final LC 2004-2005. Namun semenjak itu, Seedorf tetap tampil luar biasa. Semua nya terbayar tuntas saat Seedorf memabawa milan juara Liga Champions 2006-2007 dan gelar- lainnya. Dan membuat ia terpilih lagi menjadi Best Midfielder dan meraih Silver goal.

Saat banyak pemain bintang silih berganti datang dan pergi dari San Siro seperti Rivaldo, Rui Costa, kaka, Ronaldinho, dsb. posisi Seedorf tetap tak terusik. Selepas pensiunnya Maldini,Bersama Gattuso dan Ambrosini, Seedorf menjadi pemain yang paling disegani di Milan. Dia adalah jaminan kunci kekompakkan dan terpeliharanya mental Juara Milan yang ia tularkan ke para pemain yang lebih muda.

Sepeninggal Ancelotti, dan saat usia mulai menua, Seedorf tetap menunjukkan kualitas bermain tingkat tinggi. Sempat tampil kurang mengesankan saat Milan di latih Leonardo, Seedorf kembali mencapai permainan terbaik saat kursi pelatih beralih ke Max Allegri. Penampilannya kembali mendekati level puncak di masa kejayaannya dulu. Dia tetap mampu tampil ciamik dan konsisten di mainkan sepanjang musim. Dan gelar juara pun kembali ia persembahkan bagi Milan. Sadar akan vitalnya peran pemain seperti Seedorf, Manajemen Milan pun bergerak cepat guna mencari pemain penerus Seedorf. Milan pun kedatangan gelandang anyar juga pemain belanda dari di bina di Ajax, Urby Emmanuelson. Pemain ini memang punya bakat besar dan digadang-gadang sebagai penerus  kesuksesan Seedorf.

Memang, selain kemampuan dan skillnya yang luar biasa sejak muda, kunci kesuksesan Seedorf mempertahankan performa adalah karena Fisiknya selalu fit dan tidak rentan cedera. Hal ini tak bisa terlepas dari peran besar Milan Lab. Hanya Milan lah klub di Dunia yang memiliki Lembaga khusus untuk mengontrol kondisi fisik para pemainnya. Tidak aneh apabila pemain seperti Paolo Maldini bisa bermain hingga usia 41 tahun, dan pemain2 senior lainnya seperti Gattuso, Ambrosini masih sangat tangguh. Bahkan Inzaghi masih bermain di usia 38 tahun.

Selain itu, kunci lain kesuksesan Seedorf adalah kehebatannya dalam belajar dari pengalaman, belajar dari para pemain hebat lain yang pernah bermain bersama dengannya. Pengalamannya bermain dengan para Attacking Midfielder hebat lainnya seperti Rui Costa, Pirlo, Kaka, Rivaldo, dsb semakin mengasah kemampuan Seedorf juga. Itu sebabnya, ia seperti tidak pernah kehabisan kratifitas saat bermain. Ia mampu menjaga visi bermain tetap prima dan ia juga tidak canggung di tempatkan sebagai Playmaker, posisi para koleganya terdahulu seperti Rui Costa, Rivaldo, dan Kaka. Selain itu, kunci lain keberhasilannya adalah Mental Juara. Terbiasa menjadi pemenang sejak awal Karir, membuat seedorf mampu menorehkan tinta emas dimana saja. Termasuk di Milan, ia benar2 meraih semua kesuksesan, dan menjadi Calon Legenda Besar di San Siro, mensejajarkan dirinya dengan para Legenda hebat Milan seperti Paolo Maldini, Baresi, Van Basten, Rijkaard, Ruud Gullit, dsb.

 

Menyambut awal musim 2011-2012, semangat dan motivasi Seedorf tetap besar. Pensiun belum terpikirkan olehnya. Ia masih ingin meraih gelar-gelar juara lagi bersama Milan. Apalagi, Milan sudah mulai kembali menata Masa Kejayaannya Lagi dibawah asuhan pelatih Max Allegri, setelah meraih Scudetto musim lalu. Seedorf bersama para pemain senior lain seperti Gattuso, Ambrosini, Nesta, dan Inzaghi, tidak hanya menjadi komponen utama tim untuk meraih kejayaan lagi, tetapi juga sebagai pemain panutan bagi pemain lainnya, menjadi pemimpin dan penyuntik Mental Juara dalam tim yang akan ditularkan kepada para pemain lannya.

 

Categories: All About AC MILAN
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: